Agar tidak Lalai di Dunia

BERAPA RAMAI MANUSIA YANG MASIH HIDUP DALAM KELALAIAN, SEDANGKAN KAIN KAFANNYA SEDANG DITENUN.

(IMAM AS-SYAFI’I)

Mengingat kematian adalah cara yang paling tepat agar kita tak lalai dengan dunia. Mengumpulkan harta, mengejar jabatan, mendapatkan kedudukan, dan sebagainya tidak akan pernah ada habisnya. Keinginan tersebut akan terus ada sampai kamu menemui ajal. Padahal datangnya ajal adalah sebuah kepastian.

Sebaik-baik usia adalah yang di panjangkan umurnya namun penuh dengan taat kepada Allah dan amal saleh. Seburuk-buruk usia yaitu yang di panjangkan umurnya namun penuh dengan dosa dan maksiat kepada Allah. Persiapkan diri (bekal) untuk menyambut tamu yang akan mendatangi kita secara mendadak, yakni kematian. Manfaatkan waktu dan kesempatan yang Allah berikan pada kita dengan sebaik mungkin, karena kehidupan di dunia cuma sekali.

Betapa banyak manusia yang sehat lalu meninggal tanpa ada sebab. Betapa banyak manusia yang sakit kemudian sehat kembali dan menjalankan hidupnya. Di pagi hari kita tertawa, apakah yakin disiang hari kita masih ada didunia? Di siang hari kita hura-hura, apakah yakin disore hari kita masih ada umur?. Di sore hari kita berbuat dosa, apakah yakin pada malam hari kita masih dapat bernafas?. Di malam hari kita sibuk urusan dunia, apakah yakin pada pagi hari kita masih dapat bekerja?.

Supaya akhir hidup kita menjadi baik (husnul khatimah) jadi mulai sekarang kita mesti jadi orang yang patuh kepada Allah, taat pada Rasul, selalu beramal saleh, bermanfaat untuk orang lain, melakukan setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.

“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah (akhir yang baik), dan janganlah kau akhiri hidup kami dengan su’ul khatimah (akhir yang buruk).”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *