Pelajaran dari Shaf Shalat

LURUSKAN SHAF-SHAF KALIAN ATAU (JIKA TIDAK) SUNGGUH ALLAH AKAN MENIMBULKAN KEBENGKOKAN DI ANTARA HATI-HATI KALIAN.

(HR ABU DAUD DAN IBNU HIBBAN)

Pelajaran dari Lurusnya Shaf Shalat

Apa saja pelajaran yang bisa kita petik dari lurusnya shaf dalam shalat? Saudaraku, tidaklah Allah dan rasul-Nya memerintahkan atau mencontohkan sesuatu, kecuali ada kebaikan yang banyak dalam sesuatu tersebut. Demikian pula dengan lurus, rapi, dan rapatnya shaf dalam shalat berjamaah. Apabila setiap jamaah shalat bisa menunaikannya dengan dengan sempurna, ada banyak kebaikan yang akan kita dapatkan.

Ittiba’

Pertama, kita telah melakukan ittiba’ (mengikuti) sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. dan orang-orang saleh yang merujuk kepada beliau. Dalam proses ittiba’ ini terdapat muatan kecintaan terhadap Rasulullah saw. dan amal-amal yang dicintainya. Hal ini sangat penting dalam mengukur keseriusan dan kesempurnaan seseorang dalam beragama. Akan sulit bagi seseorang untuk mengikuti Rasulullah saw. dalam hal-hal yang besar, seperti  membentuk negara Islam, berperang di jalan-Nya, membangun sistem perekonomian yang berlandaskan nilai-nilai tauhid, membangun ukhuwah Islamiyah, dan lainnya, apabila dalam hal yang kecil dan terbilang mudah saja, seperti merapatkan dan meluruskan barisan dalam shalat berjamaah, tidak mampu melakukannya dengan sempurna.

Mendapatkan Ridha Allah swt.

Kedua, mereka akan mendapatkan ridha Allah Ta’ala dan doa para malaikat. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat kepada orang yang menyambung shaf.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hiban, dan Ibnu Khuzaimah). Dalam hadis lain disebutkan, “Barangsiapa menyambung shaf niscaya Allah akan menyambungnya.” (HR Abu Daud dan Ibnu Khuzaimah). Nabi saw. pun menegaskan, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling lembut bahunya (mau untuk ditempeli bahu saudaranya) ketika shalat, dan tidak ada langkah yang lebih besar pahalanya daripada langkah yang dilakukan seseorang menuju celah pada shaf dan menutupinya.” (HR Ath-Thabrani, Ibnu Hibban, dan Al-Bazzar)

Menutup Celah Setan

Ketiga, kita telah menutup celah bagi setan untuk membisikkan keragu-raguan ke dalam hati dan aneka gangguan terhadap shalat berjamaah kita. Maka, sangat dimengerti apabila Rasulullah saw. senantiasa mengingatkan, ”Tegakkan shaf-shaf kalian dan rapatkan bahu-bahu kalian dan tutuplah celah-celah dan jangan kalian tinggalkan celah untuk setan, barangsiapa yang menyambung shaf niscaya Allah akan menyambungnya dan barangsiapa memutus shaf niscaya Allah akan memutuskannya.” (HR Abu Daud, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Hakim)

Menutup Celah bagi Perselisihan dan Pertentangan

Keempat, tertutupnya celah bagi setan akan menutup celah bagi terjadinya perselisihan dan pertentangan di antara orang-orang yang berjamaah shalat. Hal ini sesuai dengan satu kaidah dalam ilmu jiwa, bahwa rusaknya zahir mempengaruhi rusaknya batin. Sebaliknya, sempurnanya yang zahir akan dapat mempengaruhi kesempurnaan unsur batin.

Efek positif selanjutnya dari mengikuti sunnah Nabi saw. ini adalah lahirnya rasa persaudaraan dan saling tolong menolong, sehingga bahu si miskin menempel dengan bahu si kaya dan kaki orang lemah merapat dengan kaki orang kuat. Semua berada dalam satu barisan seperti bangunan yang kuat, saling menopang satu sama lainnya. Ada asas kebersamaan, kesetaraan, dan persaudaraan, sekaligus syiar Islam yang mengagumkan.

 

Tanda Penghormatan

Kelima, lurus dan rapatnya barisan sebagai tanda penghormatan dari jamaah shalat kepada Allah Ta’ala. Lurusnya dan rapatnya barisan adalah kondisi paling ideal lagi terbaik dalam shalat berjamaah. Maka, sangat pantas apabila orang-orang beriman memberikan yang terbaik untuk Allah Ta’ala, yaitu berbaris dalam barisan yang paling disukai-Nya, yaitu barisan yang lurus, rapi, dan rapat, bagaikan sebuah barisan prajurit tempur. ”Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS Ash-Shaff, 16:4) ***

Sumber : tasdiqulquran.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *